BLU-RAY vs HD-DVD
Pertempuran media seperti ini terakhir terjadi di tahun 80’an dengan pergelutan antara VHS dan Betamax. 20 tahun berlalu tanpa kejadian yang mirip dengan pertarungan pada masa itu, sehingga “Blu Ray Vs HD-DVD” sering disamakan dengan kejadian tersebut. Walau begitu, apa sih pengaruh pertempuran ini dengan ‘kita-kita’ yang sebagai gamer? Memang ada efeknya gitu terhadap kehidupan gaming kita dan/atau efek kepada gaya hidup kita? (Selain meningkatkan harga konsol Next Gen)
Tentu saja, pertempuran ini bukan hanya masalah superioritas teknologi dan pertempuran korporat atau produk, tapi akan turut berdampak kepada hidup gaming dan khususnya kepada gaya hidup kita 10-20 tahun ke depan. Dampak yang seperti apa?
MEMANG BUAT APA SIH?
Blu-Ray (BD) dan HD-DVD (HDD) pada dasarnya adalah media optic untuk menyimpan data. Sama saja dengan CD dan DVD tapi perbedaan pada kapasitas mereka. Untuk perbandingan, CD memiliki kapasitar sekitar 650 MB dan DVD 1 layer, memiliki kapasitas sekitar 4,5 Gigabyte, 2 kali lipatnya jika DVD tersebut memiliki 2 layer. Nah, BD 1 layer memiliki kapasitas sekitar 25 Gigabyte dan HDD 1 layer memiliki kapasitas sekitar 15 Gigabyte. Kedua macam disk ini memiliki kemampuan multiple layer pula seperti DVD dengan maximal 8 layer untuk BD dan 3 layer untuk HDD dengan kapasitas teoritis hingga 200 GB maksimal untuk BD dan 60 GB untuk HDD.
Kedua Blu Ray dan HD-DVD mengunakan laser biru dengan panjang gelombang hanya 405 Nano Meter. DVD menggunakan laser merah dengan panjang gelombang sebesar 650 nano meter. Blu Ray mengambil nama dari warna laser yang digunakan untuk membaca disk mereka, walau kedua format ini menggunakan tipe dan warna laser yang sama. Karena perbedaan ukuran laser ini, maka Blu Ray dan HD-DVD bisa menyimpan data lebih besar lagi daripada DVD biasa.
Sedangkan Blu Ray memiliki kemampuan simpan lebih besar daripada HD-DVD karena disk mereka yang memungkinkan untuk menaruh lembah dan bukit dalam disknya (yang dibaca sebagai angka biner 1 dan 0) lebih rapat lagi daripada kompetitornya. Hal ini membuat ongkos produksi Blu Ray menjadi lebih mahal karena proses produksinya yang baru serta bahan yang digunakan Blu Ray. HD-DVD, walau dengan jumlah space data yang lebih kecil, memiliki keunggulan dengan kemampuannya bisa diproduksi menggunakan mesin cetak DVD biasa.
Dengan kemajuan pada teknologi simpan disk optik, kamampuan untuk menyimpan data yang raksasa ini cukup menggiurkan. Tapi hal ini tidak menutup kenyataan kalau kapasitas raksasa ini overkill untuk video dan game di mana rata-rata game console saja paling besar menggunakan disk DVD Dual Layer 1 sisi dengan besar 9 Gigabyte. Jadi, buat apa space ratusan giga ini?
HIGH DEFINITION GOODNESS
Signal TV yang dipancarkan di Indonesia masih menjadi standar kebanyakan di manca negara. Tapi dengan perkembangan teknologi, maka kemajuan pada kualitas gambar akan turut meningkat sehingga standar signal TV akan berubah dan kini perubahan tersebut secara pelan sudah mulai terjadi pada beberapa negara maju. Pada saat ini di Eropa, Amerika dan Jepang terdapat standar penayangan TV dan standar video baru yang bernama High Definition. Yang membuat HD berbeda adalah cara refresh perframe TV pada standar ini dan besar resolusinya.
Pada TV standar, gambar dibagi menjadi titik-titik kecil bernama pixel. Untuk TV PAL (Standar TV Indonesia, negara Eropa dan beberapa negara lain), gambar dibagi menjadi 768 titik horizontal dikali 576 titik vertical dan gambar direfresh setiap 50 kali per detik. Sedangkan NTSC (Standar tv Amerika Serikat, Jepang dan beberapa negara lainnya) memiliki 640 titik horizontal dan 480 titik vertical, lebih sedikit daripada PAL tapi gambarnya direfresh 60 kali per detik. Jumlah titik horizontal dan vertikal in disebut ‘Resolusi’ (Resolution). Sebuah peraturan mendasar menyatakan kalau, semakin tinggi resolusi suatu gambar, maka semakin tinggi kualitas gambar tersebut. TV pada kelas ini dinamakan Standard Definition TV (SDTV).
Pada SDTV, (Kita gunakan contoh pada TV NTSC) gambar diperbaharui setiap 1/60 detik. Tapi pada setiap 1/60 detik tersebut, hanya setengah gambar tersebut yang dipertunjukkan di mana yang ditampilin hanya garis ganjil horizontal atau garis horizontal genap saja setiap 1/60 detik kemudian ‘pasangannya’ ditampilin pada 1/60 detik berikutnya. Karena perubahan ini sangat cepat maka tidak kasat mata dan yang kita lihat tetaplah gambar penuh dengan pergerakan yang tidak terpatah-patah. Cara menampilkan gambar seperti ini dinamakan Interlace.
Pada di gambar di atas, huruf A memiliki 9 pixel garis horizontal. Pada TV interlace, 1/60 detik pertama akan menampilkan gambar tengah (Pixel Ganjil) dan 1/60 detik kemudian, menampilkan gambar di kanan (Pixel Genap). Pada TV progressive, TV ini menampilkan huruf A seutuhnya setiap 1/60 detik.
Progressive adalah standar di atas Interlace di mana pada setiap frame atau 1/60 detik, TV akan langsung menampilkan gambar penuhnya. Hal ini menghasilkan refresh gambar yang jauh lebih bersih daripada Interlace. Kedua cara penayangan ini dilambangkan dengan i kecil (i) untuk Interlace dan p kecil (p) untuk Progressive.
Penayangan TV yang bisa dikelas HD minimal memiliki resolusi 1280×720 Progressive (720p). HD juga memiliki resolusi yang lebih tinggi lagi yaitu 1920×1080 i/p (1080i/p) dan semua game di Xbox 360 dan PS3 akan mendukung resolusi pada tingkat ini. Semuanya dengan varian refresh rate 24, 25, 30, 50 dan 60 frame per detik. Perbedaan jauh pada resolusi dan refresh ratenya, membuat standar HD menghasilkan gambar yang jauh lebih baik daripada kualitas yang sudah biasa kita nikmati setiap hari dengan konsol generasi sekarang.
HIGH DEFINITION means HIGH DISK SPACE
Dengan standar gambar terbaru ini, maka akan dibutuhkan media yang mampu menampung data media tersebut dalam jumlah yang cukup. DVD 1 layer dengan besar sekitar 4,5 GB mampu menampung video SDTV dengan kualitas kompresi terbaik dengan durasi sekitar 1 jam. Signal video HDTV akan membutuhkan sekitar 3-4 kali lipat data space dengan durasi yang sama.
Contoh perbedaan kualitas gambar di DVD biasa dengan gambar HD (High Definition) pada film Gladiator
Maka dari itu, Sony, bekerja sama dengan Phillips mengembangkan Blu Ray dari awal dekade ini. Tapi di saat yang sama, Toshiba dan Hitachi yang tidak ingin tertinggal dengan ladang format ini, turut mengembangkan HD-DVD walau kedua format tersebut masih belum resmi diberi nama itu pada awal pengembangannya.
Dengan munculnya kedua format ini dan mulai masuknya standar HDTV di dunia, pertempuran format sudah tidak terelakkan lagi. Kedua format ini sudah mengejar studio-studio film dan para produsen peralatan komputer untuk mendukung format mereka. Jika format mereka menjadi format utama di pasar, maka tak hanya mereka akan mendapatkan keuntungan dari memproduksi player untuk format tersebut dan semacamnya, mereka akan mendapatkan aliran royalti dari produsen yang akan menggunakan format tersebut.
LALU KENAPA PS3 PAKE BLU RAY?
Sebagian perusahaan yang mendukung Blu Ray dan HD-DVD
Seperti dijelaskan sebelumnya, Sony adalah salah satu perusahaan investor pengembang teknologi Blu Ray dan membuat mereka menjadi salah satu pemilik format ini. Sebagai salah satu pemilik teknologi ini, Sony tentu ingin Blu Ray menjadi sukses di semua produk elektroniknya, termasuk Playstation 3.
Mengikuti langkah mereka dengan PS2 yang telah sukses meinfiltrasi pasar dengan format DVD, mereka mengharapkan hal yang sama bisa terjadi dengan PS3. Sony telah mengumumkan kalau format ini bersama player film pertamanya akan diluncurkan pada bulan Juni ini. Mereka juga telah mengumumkan kalau mereka akan menyiapkan 2 juta unit PS3 pada peluncurannya 17 November mendatang. Dengan harga Blu Ray player berkisar US$750-1.000, harga PS3 yang ‘hanya’ US$500 akan sangat menarik bagi para pecinta Audio Video.
Sehingga PS3 tidak hanya akan dikejar sebagai mesin untuk bermain game, tapi juga sebagai player disk Blu Ray. Jika Sony sukses pada kampanye PS3-nya, maka terdapat 2 juta unit player Blu Ray murah sudah masuk pasar pada akhir tahun ini. Angka ini bukanlah angka yang bisa diacuhkan oleh produsen komputer dan studio film mana pun.
HD-DVD BAGAIMANA?
Toshiba HD-A1, player HD-DVD generasi pertama nongol duluan (2005) dengan harga US$499-$799
Format ini memang memiliki kapasitas yang lebih kecil dari Blu Ray dan arus datanya sedikit lebih kecil, tapi format ini memiliki 1 kekuatan yang menjadi kelebihan HD-DVD pada pertempuran format ini.
HD-DVD pada dasarnya adalah pengembangan dari teknologi DVD. Maka dari itu, pabrik produsen DVD biasa masih bisa memproduksi disk format ini tanpa perlu mengganti mesin pencetaknya. Hal ini salah satu alasan kenapa format ini memiliki kapasitas lebih kecil dari Blu Ray. Tapi berbeda dengan Blu Ray yang membutuhkan alat pencetak disk yang baru untuk memproduksinya, HD-DVD masih bisa diproduksi menggunakan mesin yang sudah ada dan membuat format ini menjadi lebih murah untuk diproduksinya. Selain itu, lisensi format ini lebih murah daripada lisensi Blu Ray sehingga player HD-DVD akan lebih murah daripada player Blu Ray.
KONDISI LADANG PERTEMPURAN
Dengan player HD-DVD sudah memasuki pasar bulan April yang lalu, format ini telah menjajaki pertempuran 2 bulan lebih dahulu daripada Blu Ray. Dan film-film produksi studio format ini sudah mulai mengalir (walau tidak deras) ke pasar. Bagaimana tanggapan pasar terhadap pasar ini masih terlalu dini untuk diketahui. Tapi, dalam waktu beberapa minggu ini, para pendukung HD-DVD, khususnya beberapa studio film, mengubah dukungan mereka dari eksklusif menjadi non-eksklusif dan mendukung kedua format ini.
Hal ini bukan berarti HD-DVD dianggap ‘kalah’ oleh para studio-studio ini, tapi justru bisa dikatakan kalo studio tersebut melihat persaingan HD-DVD dan Blu Ray ke depan nanti akan bertarung cukup seimbang. Walau begitu, jika menilik dari bagaimana pertempuran antara Beta dan VHS akhirnya berakhir, maka efeknya salah satu dari kedua format ini bisa menghilang dalam waktu 10 tahun mendatang.
Tapi hal ini juga tidak bisa menjadi patokan mengingat kedua format ini tidak hanya digunakan untuk memutar film saja. HD-DVD dan Blu Ray juga akan digunakan sebagai media pada PC. Recordable HD-DVD Disk dan recordable Blu Ray Disk sudah memasuki pasar walau pada saat ini harga untuk media, drive dan burner-nya masih sangat-sangat tinggi sekali. Seperti DVD dan CD, HD-DVD dan Blu Ray akan hadir dalam bentuk R (recordable), RW (Rewriteable) dan ROM (Read Only).
Kehidupan dan pertempuran kedua format ini pada dunia PC dan dunia Consumer Electronic bisa berbeda. Sehingga hidup/mati/keberadaan format ini masih mengambang dan baru terlihat beberapa tahun setelah kedua format ini meramaikan pasar.
MASA DEPAN SUDAH DI DEPAN MATA
Seperti Anda baca di atas, banyaknya ruang data untuk menyimpan data video bersinyal High Defintion dan data game yang menghasilkan gambar HD tersebut tidak akan berbeda banyak dengan kualitas tampilan game pada generasi sebelumnya. Maka dari itu, Xbox 360 yang mampu mengeluarkan game dengan resolusi 1080i tidak memiliki masalah menggunakan format DVD. Jadi, apakah sebenarnya tujuan dari implementasi format baru ini kepada konsol-konsol terbaru, khususnya pada PS3? Secara teknologi untuk game konsol, sebenarnya hampir tidak ada.
Microsoft, salah satu pendukung dari teknologi HD-DVD, justru meluncurkan Xbox 360 dengan DVD drive standar sebagai media utama konsol tersebut. Mereka telah mengumumkan kalau drive HD-DVD yang terpisah akan tersedia tahun ini untuk Xbox 360, tapi hingga kini, secara resmi, perangkat tersebut hanyalah digunakan untuk memainkan film HD-DVD di Xbox 360 dan tidak digunakan untuk game. Bahkan game berformat HD-DVD pun belum terdengar.
Pemenang dari Blu Ray vs HD-DVD bisa ditentukan juga dari pemenang antara PS3 (player Blu Ray) vs Xbox 360 (player HD-DVD)
Berbeda dengan Microsoft, Sony menyatakan dukungan sepenuhnya terhadap Blu Ray. Game-game PS3 nanti akan berformat Blu Ray. Hal ini sedikit berlebihan mengingat jumlah game DVD 9 atau 2 disk yang keluar untuk PS2 bisa dihitung dengan sebelah tangan saja. Selain itu, space pada dvd game PS2 tersebut lebih banyak digunakan untuk menyimpan data Full Motion Video (FMV); contohnya seperti game RPG Xenosaga.
Selain itu, mengingat kualitas grafis yang ditawarkan PS3, tidak akan kaget jika kebanyakan developer game akan menampilkan adegan yang dirender secara real time di PS3, seperti pada trailer MGS4. Cara ini mungkin akan sering digunakan karena teknik tersebut lebih murah ketimbang memproduksi film pre-rendered seperti kebanyakan FMV dalam PS2 dan memakan ruang data lebih kecil daripada FMV. Sehingga, tidak ada alasan teknis lainnya yang signifikan untuk menjustifikasikan penggunaan format ini pada konsol generasi berikutnya.
Alasan utama ‘kenapa?’ tidaklah lebih karena perubahan zaman.
Untuk menikmati teknologi HD ini di Indonesia, Anda membutuhkan seperangkat TV yang mendukung teknologi tersebut. Pasalnya, TV yang mendukung teknologi ini harganya masih sekitar Rp. 10 juta-an. Walau begitu, harga TV-TV ini akan terus menurun dengan mulai maraknya produsen yang memproduksi TV tipe ini. Dengan Sony meluncurkan PS3 sebagai konsol game dan sebagai player Blu Ray, hal ini akan turut mempercepat asimilasi teknologi baru ini kepada standar internasional. Pendek kata, the future is coming and it is really, really close. Hanya masalah waktu saja hingga teknologi HD akan menjadi standar bagi semua TV di seluruh dunia dan TV 480i hanya akan menjadi sejarah beserta icon teknologi lainnya layaknya TV hitam putih……………bye..bye….




Leave a Reply